Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Featured Slider Styles

Display Grid Slider

Grid Slider Styles

Display Trending Posts

Display Author Bio

Display Instagram Footer

Dark or Light Style

Kontributor

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label pencegahan kanker payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencegahan kanker payudara. Tampilkan semua postingan

Daftar buah pencegah kanker


Daftar buah pencegah kanker, Kanker merupakan penyakit yang sangat menakutkan. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan. Penyebab utama terkena penyakit kanker ini dikarenakan adanya radikal bebas yang kadang kala kita anggap sepele. Padahal, hal itu sangat berbahaya dan lama kelamaan bisa berkembang menjadi penyakit kanker. Seperti pepatah bilang “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Sebenarnya, penyakit kanker dapat kita cegah, yaitu dengan pola hidup sehat, berolahraga yang teratur serta mengkonsumsi buah-buahan. Buah yang mengandung antioksidan tinggi dapat mencegah dan mengurangi pertumbuhan sel kanker. Tapi tahukah kalian apa saja jenis buah-buahan pencegah kanker tersebut? Sekarang saya akan menjelaskan sedikit mengenai jenis buah-buahan yang dapat mencegah dari penyakit kanker.

Daftar buah pencegah kanker


Berikut ini adalah beberapa jenis buah yang mengandung antioksidan yang tinggi yang dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker, Apa saja jenis buah-buahan tersebut?

1. Buah Alpukat


Buah alpukat mengandung glutathione, yaitu antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas dalam tubuh. Dengan terhindarnya tubuh dari radikal bebas, sel-sel kanker tidak akan dapat berkembang di dalam tubuh.

2. Buah Apel


Memakan buah apel memang menyehatkan. Kadang kala kita memakan buah ini dengan mengupas kulitnya, tapi sebaiknya jangan memakan buah apel yang sudah dikupas kulitnya ya Karena kulit buah apel inilah yang mengandung antioksidan sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit kanker.

3. Buah Semangka


Buah semangka mengandung lycopene, yaitu senyawa yang dapat mencegah kanker. Selain dapat mencegah kanker, semangka juga sangat enak kita makan karena kandungan airnya yang tinggi, apalagi di saat cuaca panas.

4. Buah Anggur


Buah anggur mengandung bioflavonoid, yaitu antioksidan yang dapat mencegah kanker. Buah ini juga mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang mempunyai peran aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, dan dapat mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Hal itu terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur berperan sebagai senyawa antioksidan dengan kemampuan menangkal radikal bebas.

Baca juga:  Antioksidan Acai Berry, 10 kali lipat dari Anggur

5. Buah Berry


Buah berry seperti strawberry, blueberry, blackberry, raspberry dan Acai Berry mengandung asam ellagic yang sangat tinggi. Asam ellagic inilah yang merupakan salah satu antioksidan yang sangat kuat dalam membantu mencegah pertumbuhan sel kanker. Diperkirakan bahwa phytochemcials (antioksidan) acai berry mampu menghentikan proses karsinogenesis pada tingkat molekul, untuk membasmi sel kanker sebelum mereka berkembang biak. Sering-seringlah mengkonsumsi buah berry ini agar terhindar dari kanker.

Baca juga:  17 manfaat buah acai berry untuk kesehatan

6. Buah Melon


Kandungan karotenoid pada buah melon dapat membunuh bibit kanker paru-paru dan dapat menurunkan resiko penyakit paru-paru bagi perokok aktif. Kita dapat memakan buah melon ini dalam keadaan segar maupun dibuat jus.

Baca juga:  Penyebab dan gejala kanker paru-paru

Demikian ulasan atau informasi tentang daftar buah pencegah kanker, semoga informasi ini bermanfaat dan berguna.
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like

Gejala kanker payudara stadium awal


Gejala kanker payudara stadium awal, Kanker payudara atau ada yang menyebutnya karsinoma payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Kanker payudara sering menyerang atau terjadi pada kaum wanita tetapi tidak menutup kemungkinan jika kanker ini menyerang pada kaum pria juga, meski dalam kasus jarang terjadi.

Lapisan dalam saluran susu atau lobulus, merupakan daerah yang sering diserang. Saluran lobulus adalah berfungsi sebagai pemasok susu. Kanker yang berasal dari saluran susu dikenal sebagai karsinoma duktal, sedangkan yang berasal dari lobulus lebih dikenal sebagai karsinoma lobular.

Di negara maju, persentase penderita penyakit kanker payudara menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Sedangkan penyakit kanker payudara di Indonesia, menduduki urutan kedua setelah kanker serviks.

Melihat persentase penderita yang begitu banyak, tidak ada salahnya kita terutama kaum wanita untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kanker payudara, cara deteksi dini, cara menghindari kanker payudara serta bagaimana melihat ciri dan gejala kanker payudara.

Penyakit kanker payudara dapat menyerang segala usia, tetapi menurut sebuah penelitian 1 dari 231 wanita usia sampai 39 tahun rentan terserang penyakit ini. Sedangkan wanita usia 40 sampai 59 tahun, 1 dari 25 orang berisiko terserang kanker payudara. Dan pada usia 60 sampai 79 tahun, persentasenya menjadi 1 dari 15 wanita sangat berisiko menderita kanker payudara.

Beberapa faktor yang mempengaruhi terkena kanker payudara


Belum diketahui secara pasti yang menjadi penyebab kanker payudara, tetapi beberapa hal ini bisa menjadi faktor pendukung risiko seseorang menderita penyakit kanker payudara:

  • Sejarah atau riwayat keluarga menderita kanker payudara, baik ibu atau saudara perempuan yang lain, maka ada potensi risiko terserang penyakit kanker payudara.

  • Para wanita yang belum pernah hamil.

  • Kehamilan anak pertama, usia diatas 30 tahun.

  • Wanita yang menstruasi pertama berusia di bawah 12 tahun dan menopause setelah berusia 55 tahun berpotensi terserang kanker payudara.

  • Penggunaan pil KB.

  • Obesitas atau kegemukan setelah menopause

  • Berbagai penelitian menyebutkan paparan bahan kimia seperti estrogen (bahan kimia yang dipakai dalam pestisida dan produk industri lain) disinyalir dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

  • Penggunaan DES (dietilstilbestrol). Perempuan yang menggunakan DES dalam mencegah keguguran mempunyai risiko terkena kanker payudara lebih tinggi.

  • Usia, wanita berusia 40 tahun keatas rentan terkena kanker payudara.

  • Riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit kanker ovarium.

  • Sering mengonsumsi minuman beralkohol juga menambah daftar risiko kanker payudara.

  • Dalam penelitian terbaru dilaporkan perempuan yang memulai merokok 5 tahun lebih awal periode menstruasi, 70 % lebih rentan terkena kanker payudara.


Perlu digarisbawahi bahwa beberapa factor yang telah disebutkan diatas tidaklah selalu pemicu kanker payudara, namun seringkali riwayat hidup penderita kanker payudara berkaitan dengan beberapa faktor tersebut.

Gejala kanker payudara stadium awal


Ada beberapa ciri dan tanda yang bisa menunjukkan seseorang mempunyai gejala kanker payudara. Berikut ini tanda dan gejalanya kanker payudara:

  1. Tanda atau gejala paling umum kanker payudara adalah adanya benjolan keras pada bagian payudara meskipun tidak sakit kalau dipegang.

  2. Kanker payudara yang tumbuh dalam saluran susu, pendarahan dapat terjadi pada puting susu, sehingga akan muncul luka di sekitar puting susu yang disertai cairan darah atau nanah yang keluar dari puting susu.

  3. Bentuk dan ukuran payudara akan berubah. Puting susu akan ketarik ke dalam, sehingga seperti lesung pipit bisa menjadi tanda tanda kanker payudara.

  4. Tanda atau ciri lain, adalah benjolan diketiak atau pembengkakan pada payudara.

  5. Puting susu merasa seperti gatal, terasa terbakar.

  6. Adanya kerutan-kerutan seperti jeruk purut di kulit payudara.

  7. Pada stadium lanjut nyeri tulang akan bisa dialami, berat badan turun, terjadi pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.


Jika Anda mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter atau ahli kesehatan lainnya. Karena deteksi dan pengobatan kanker payudara secara dini merupakan Cara mencegah kanker payudara dan lainnya berkembang lebih parah dan akan membantu proses penyembuhan semakin cepat.

Apa yang harus dilakukan para wanita untuk mencegah timbulnya kanker payudara? Bebrapa langkah berikut ini bisa menjadi langkah pencegahan kanker payudara.

  • Lakukan deteksi secara dini dengan pemeriksaan sendiri setiap bulan setelah masa haid dan pemeriksaan secara klinis dengan mammografi dan biopsi.

  • Hindari daftar makanan berlemak tinggi.

  • Penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter.

  • Menyusui bayi selama mungkin (sekitar 2 tahun).

  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah serta kedelai.


Bagi Anda yang sudah merasakan tanda atau gejala kanker payudara sebaiknya, segera hubungi dokter atau ahli kesehatan lainnya. Semakin dini penangananya akan semakin naik agar segera dilakukan tindakan pengobatan secepatnya.

Pengobatan kanker payudara dengan cara medis, biasanya dilakukan dengan operasi kanker payudara. Tetapi kendala pengobatan secara media adalah mahalnya biaya operasi kanker payudara.

Sebagian orang memilih Cara mengobati kanker payudara tanpa operasi yaitu megonsumsi ramuan tradisonal sebagai obat kanker payudara secara alami. Banyak tanaman obat yang bisa dijadikan obat tradisional kanker payudara ampuh, diantaranya dengan memanfaatkan Khasiat dan Manfaat Daun Sirsak untuk Kanker.



Demikianlah bahasan Gejala kanker payudara stadium awal Semoga informasi ini bisa membantu Anda yang sedang membutuhkan.
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like

Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker Payudara


Perbedaan tumor dan kanker payudara - Kanker payudara merupakan ancaman serius bagi kaum hawa. Bagaimana tidak, prevalensinya menempati urutan wahid jenis kanker paling banyak pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Untuk itu, wanita perlu lebih waspada dengan rutin melakukan pemeriksaan pada payudaranya.

Namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Faktanya, hanya 15 persen dari benjolan yang bisa berkembang menjadi kanker. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia (PP POI) Dradjat Ryanto Suardi mengatakan, selain kanker benjolan bisa berupa tumor jinak, namun keduanya tetap perlu diwaspadai.

"Tumor jinak lebih tidak berbahaya daripada kanker karena tidak menyebabkan kegagalan organ yang dihinggapinya," jelasnya dalam konferensi pers Breast Cancer Expert Forum dengan tema "Transforming Advanced Breast Cancer at the Molecular Level", di Jakarta.

Dradjat pun menjelaskan perbedaan keduanya, pertama kanker lebih cepat bertumbuh dibandingkan dengan tumor. Dalam 8-200 hari, sel-sel kanker bisa membelah dengan sangat cepat. Sementara tumor jinak pertumbuhannya lebih lambat.

Kedua, ketika diraba, benjolan kanker terasa padat dan keras. "Sel-sel kanker bila teraba rasanya akan seperti meraba tulang," ujar dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, ini.

Sementara itu, benjolan tumor akan teraba lebih lunak. Dradjat menjelaskan, benjolan tumor pun bisa mengalami pergeseran jika ditekan, tidak seperti kanker yang kaku. Ini karena sel-sel kanker umumnya melakukan infiltrasi (penyusupan) terhadap jaringan-jaringan di sekitarnya, maka sulit untuk digerakan.

"Benjolan akibat kanker yang sudah berkembang lebih lanjut juga menyebabkan perubahan pada permukaan payudara, misalnya puting yang tertarik ke dalam, itu karena infiltrasi tadi," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdit Penyakit Kanker Kementerian Kesehatan RI Niken Wastu Palupi, pemeriksaan payudara yang dilakukan secara rutin akan meningkatkan sensitivitas pemeriksanya untuk mendeteksi adanya benjolan. Artinya, kemampuan membedakan antara benjolan kanker dan tumor juga meningkat.

"Jika rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri, benjolan berukuran 1,2 sentimeter saja sudah dapat teraba," ujar dia.

Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel payudara yang berubah menjadi ganas. Saat ini, kanker payudara adalah kanker yang paling banyak dialami oleh wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 35 persen dari total kasus kanker.

Semoga informasi perbedaan tumor dan kanker payudara ini bisa memberikan wawasan lebih tentang seluk beluk penyakit pada organ payudara.

 

 

Sumber : Bedakan Benjolan Tumor dan Kanker pada Payudara
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like