Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Featured Slider Styles

Display Grid Slider

Grid Slider Styles

Display Trending Posts

Display Author Bio

Display Instagram Footer

Dark or Light Style

Kontributor

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label keladi tikus obat kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keladi tikus obat kanker. Tampilkan semua postingan
Sejarah tanaman keladi tikus di Indonesia

Sejarah tanaman keladi tikus di Indonesia


Obat herbal murah, Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama, Kanker kini tidak lagi mematikan, Menderita Kanker, Buat Apa Takut !!. Seiring dengan ditemukannya tanaman keladi tikus (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Sejarah tanaman Keladi tikus di Indonesia


Tanaman keladi tikus obat kankerDi Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. “Sebelum  menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig  (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk pengobatan kanker. “Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga ahli biologi.

Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul “Cancer, Yet They Live” karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. “Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia,” kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang  biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung  menyelidiki dan mencari tanaman keladi tikus. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman keladi tikus di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman keladi tikus yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr. Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang  benar Rodent Tuber. “Dr. Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk  menggunakannya sebagai obat,” lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman keladi tikus sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat.

Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman keladi tikus. “Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai  mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman keladi tikus tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.

Selama mengonsumsi sari tanaman keladi tikus, istri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.

Setelah tiga bulan meminum keladi tikus, istri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. “Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,” kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada istrinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.

Patoppoi menjelaskan kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan istrinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. ”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.

Berdasarkan peningkatan keadaan istrinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebarkan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia.

Pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. “Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,” ujar Boni. Dan tanggapan yang  diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk.

“Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang  datang ke sini,” lanjut Boni. Pasien pertama yang  berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut  datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan  Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan  lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia.

Ternyata saat Patoppoi mendapat buku “Cancer, Yet They Live” edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman istrinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia.

Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus obat kanker dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. “Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni.

Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini  menanganinya sendiri dan juga memberikan keladi tikus obat kanker untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi.

Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karen menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai “ter-kun” atau dokter-dukun. “Disinilah 'gap' yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern,” kata dokter tersebut.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan dengan Manfaat Keladi Tikus untuk Kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis.

Keladi tikus obat kanker juga di kombinasikan dengan Obat Kanker daun sirsak dan keladi tikus yang mempunyai kekuatan 10.000 kali dari kemoterapi, yang menghasilkan obat herbal K-Muricata.

Obat Herbal k-Muricata sangat ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit lainnya.
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like

Manfaat Keladi Tikus untuk Kanker

Manfaat Keladi Tikus untuk Kanker


Manfaat Keladi Tikus untuk kanker, belum banyak diketahui oleh banyak orang dikarenakan keladi tikus tidak bisa dijumpai di berbagai tempat. Tanaman Keladi tikus merupakan tumbuhan yang langka dan sangat sulit untuk hidup dan tumbuh di tempat terbuka. Banyak tanaman keladi tikus tumbuh di tempat lembab dan kurang dari sinar matahari.

Tanaman umbi Keladi tikus mempunyai nama latin typhonium flagelliforme Rat. Tanaman keladi tikus termasuk dalam keluarga Araceae. Setiap daerah menyebut tanaman keladi tikus dengan sebutan yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan tumbuhan merata, daun panta susu, kalamayong, ileus, trenggiling mentik dan masih banyak lagi lainnya. Nama yang terdengar sepele, ternyata memiliki manfaat dan kandungan yang luar biasa.

Mengutip dari Wikipedia.org Keladi Tikus telah dipopulerkan oleh Prof Dr Chris KH Theo dari Universiti Sains Malaysia sejak 1955. Dia meneliti tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme), yang terbukti dapat menghentikan dan membunuh sel barah, sekaligus bersifat antibarah dan antibakteri. Saat ini juga banyak peneliti lain yang di berbagai belahan dunia yang telah meneliti potensi Keladi Tikus sebagai anti kanker.

Ciri-ciri Tanaman obat Keladi Tikus


Jangan salah dalam mengidentifikasi tanaman keladi tikus. Banyak tanaman yang ada di dalam muka bumi ini, sehingga diperlukan ketelitian dalam mengidentifikasi. Berikut ini ciri-ciri tanaman keladi tikus yang wajib diketahui :

  • Tanaman keladi tikus memiliki daun tunggal, warnanya hijau dan juga tersusun rapi di roset.

  • Panjang daun sekitar 16-17 cm, daunnya lonjong dan ujungnya meruncing atau tajam.

  • Pangkal daun berbentuk jantung, bertepi rata dan juga permukaan daunnya terlihat mengkilat.

  • Yang menjadi ciri unik tanaman ini adalah memiliki bunga unik mirip dengan ekor tikus. Bunga keladi tikus muncul di roset akar dan juga bertangkai.

  • Panjang bunga keladi tikus 4-8 cm, kelopak bunganya lonjong kekuning-kuningan, atas kelopak berbentuk memanjang sekitar 5-21 cm. Ujung bunganya berbentuk seperti ekor tikus.

  • Menimbulkan rasa gatal jika disentuh menggunakan tangan biasa.


Cara mengolah keladi tikus, memerlukan penanganan khusus sebelum bisa dikonsumsi, agar tidak mengandung racun.

Manfaat keladi tikus untuk kesehatan


1. Manfaat Keladi Tikus untuk Kanker


Manfaat keladi tikus yang pertama adalah sebagai obat penyakit kanker. Khasiat Keladi tikus untuk kanker terutama untuk pengobatan dan pencegahan sel kanker. Fungsi lain khasiat Keladi Tikus adalah kemampuannya untuk menghilangkan efek negatif dari kemoterapi, serta  berfungsi sebagai anti-virus dan anti-bakteri..

Zat dalam Keladi Tikus untuk pengobatan Kanker

  • Ribosome inacting protein atau RIP. Zat ini bermanfaat dalam mencegah penyebaran sel kanker. Tidak hanya menghambat dan mencegah saja, zat yang dikenal juga dengan ribosome inactivating protein juga memiliki kemampuan dalam menghancurkan sel-sel kanker di dalam tubuh tanpa harus merusak sel-sel normal di dalam tubuh.

  • Antioksidan tinggi juga bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Antioksidan yang dihasilkan bermanfaat utnuk mencegah kerusakan gen pada penderita kanker.

  • Zat Curcumin merupakan senyawa antiinflamasi atau zat anti peradangan. Dalam penyembuhan kanker, zat ini bermanfaat untuk mengaktifkan mediator atau perantara. Mediator itu bisa merangsang penguatan sel dalam sistem imunitas sehingga bersama-sama bisa melawan kanker.


Tanaman obat Keladi Tikus untuk kanker


Tidak semua jenis kanker cocok menggunakan keladi tikus sebagai obatnya. Jenis kanker yang cocok menggunakan keladi tikus sebagai obat adalah :

  1. Kanker serviks

  2. Kanker usus besar.

  3. Kanker paru-paru.

  4. Kanker pankreas.

  5. Kanker rektum.

  6. Kanker otak.

  7. Kanker liver.

  8. Kanker otak.

  9. Kanker tulang.

  10. Kanker tenggorokan.

  11. Kanker limpa.

  12. Kanker darah atau leukimia.

  13. Kanker ginjal.

  14. Kanker empedu.


2. Manfaat Keladi Tikus untuk detoksifikasi


Tubuh sebenarnya bisa secara alami membuang racun di dalam tubuh terutama di dalam usus. Namun jika di dalam tubuh terdapat kerusakan sel, proses detoksifikasi bisa terganggu. Di dalam tubuh kita terdapat banyak racun yang mengendap. Racun tersebut berasal dari makanan dan minuman yang tidak dapat diuraikan oleh tubuh sehingga racun itu mengendap di dalam tubuh.

Zat di dalam keladi tikus berikut ini bermanfaat untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh :

  • Ekstra typhonium flagelliforme dipercaya mampu dalam membantu tubuh melakukan detoksifikasi.

  • Zat alami fraksi etil asetat juga akan membantu dalam proses detoksifikasi di dalam tubuh manusia.


3. Manfaat Keladi Tikus untuk kanker payudara


Kanker payudara merupakan kanker ganas yang bisa membunuh siapa saja. Posisinya menduduki peringkat nomor dua, penyakit kanker yang mematikan di Indonesia setelah kanker serviks. Keladi tikus bisa digunakan untuk Obat herbal kanker payudara alami dalam penyembuhannya.

Zat yang terkandung dalam Keladi Tikus untuk Kanker Payudara

  • Di dalam umbi keladi tikus terdapat ekstra etanol sebanyak 50%. Etanol tersebut bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker di payudara.

  • Ekstra typhonium flagelliforme selain bermanfaat dalam detoksifikasi juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker.


4. Manfaat Keladi Tikus untuk menangkal radikal bebas


Radikal bebas tidak boleh diremehkan begitu saja sebab dari radikal bebas bisa menyebabkan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh. Radikal bebas berasal dari polusi udara yang tersebar di sekitar kita. Polutan yang dihasilkan pun memiliki bahan kimia yang berbahaya. Jika terserap melalui hidung, polutan tersebut bisa menyebar ke jantung paru-paru dan organ vital lainnya. Dengan mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari umbi dan daun keladi tikus, tubuh bisa melindungi dirinya dari radikal bebas disekitarnya.

  • Keladi tikus memiliki zat bioaktif yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas.

  • Antioksidan di dalam keladi tikus juga bermanfaat dalam menangkal berbagai radikal bebas disekitar kita.


5. Manfaat Keladi Tikus menetralisir racun narkoba


Manfaat khasiat keladi tikus dalam netralisir racun narkoba mungkin masih belum banyak diketahui. Racun akibat narkoba sangat fatal jika mengendap di dalam tubuh. Untuk menetralisir racun akibat narkoba diperlukan detoksifikasi berupa pengeluaran racun dari jaringan tubuh. Dengan kandungan zat typhonium flagelliforme dan juga zat alami fraksi etil asetat mampu mengeluarkan racun yang diakibatkan oleh narkoba. Racun akan dikeluarkan melalui keringat, urin dan juga feses.

6. Manfaat Keladi Tikus untuk bisul


Bisul berupa cairan berisi nanah yang sangat mengganggu penampilan dan juga menimbulkan rasa nyeri. Bisul berisi kuman, bakteri dan juga virus. Bisul perlu segera diobati atau dikempeskan agar tidak menggangggu aktivitas penderitanya.

Tanaman keladi tikus mampu mengobati bisul dengan cepat. Cara mengobati bisul dengan menggunakan tumbukan umbi dan daun keladi tikus yang telah dihaluskan, kemudian ditempelkan di sekitar bisul. Lakukan secara teratur, bisul pun akan segera kempes dan hilang.

Zat dalam Keladi Tikus yang bermanfaat untuk pengobatan bisul adalah


  • Zat hepatoprotektor bermanfaat dalam mengatasi bengkak dan juga mengatasi nanah di dalam bisul tersebut.

  • Immunomodulator bermanfaat dalam mengatasi rasa nyeri yang dihasilkan oleh bisul.


7. Manfaat Keladi Tikus sebagai anti bakteri


Keladi tikus bermanfaat dalam mengatasi bakteri yang menyerang di dalam tubuh. Sifatnya yang sebagai antibiotik bermanfaat dalam menangkal flu, batuk dan masih banyak lagi lainnya.

  • Asam laurat dalam keladi tikus berkhasiat untuk menghalau bakteri yang ingin masuk ke dalam tubuh.

  • Asam kaprat dalam keladi tikus berkhasiat untuk membunuh bakteri yang berhasil masuk ke dalam tubuh.


Untuk menjadikan keladi tikus menjadi obat herbal yang ampuh dan mujarab harus dikombinasikan dengan bahan herbal lainnya misalnya kunyit putih dan keladi tikus atau  Obat Kanker daun sirsak dan keladi tikus dan masih banyak lagi lainnya.

Itulah beberapa manfaat dan Khasiat tanaman Keladi Tikus yang kita harus tahu.

K-Muricata teh daun sirsak dan keladi tikus


K-Muricata adalah teh herbal yang diramu secara khusus dengan perpaduan antara Keladi Tikus dengan Daun Sirsak ( Annona Muricata L ). Yang terbukti secara ilmiah memiliki senyawa fitokimia yang sering disebut dengan Acetogenins terbukti mampu membunuh sel sel kanker tanpa merusak sel sel sehat pada tubuh yang lainnya.

K-Muricata, Teh daun sirsak dan keladi tikus sangat bermanfaat untuk penyembuhan beberapa penyakit akut dan berbahaya seperti tumor ganas, dan 14 jenis kanker lainnya, termasuk ambien. Sekarang tidak perlu khawatir lagi, si pembunuh kanker No.1 dengan kemasan yang menarik dan elegant ini ( 1 box isi 30 Sachets ) ini telah hadir di beberapa stokist center dan lokal stokist di kota kota terdekat Anda.

K-Muricata merupakan produk kesehatan sejenis minuman teh yang diproses dari dua jenis tanaman herbal yaitu Keladi tikus (K) dan Annona muricata (Muricata). Diekstrak secara alami, modern dan higienis, melalui proses pengkajian serta seleksi bahan baku bermutu tinggi sehingga menghasilkan Khasiat Keladi Tikus Obat Kanker K-Muricata yang dipercaya dapat membantu membunuh sel kanker.

Manfaat obat Kanker herbal K-Muricata



  • Membantu menghambat pertumbuhan sel tumor dan kanker,

  • Membantu menghancurkan sel tumor dan kanker, membasmi sel kanker/sel yang sakit tapi tidak membunuh sel sehat,

  • Membantu mengatasi masalah penyakit jantung,

  • Membantu mengatasi tekanan darah tinggi/hipertensi,

  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh,

  • Membantu mengatasi ambeien,

  • Sebagai antibakteri.


Cara Konsumsi obat kanker herbal K-Muricata

K-Muricata Obat Kanker RahangAmbil 1 sachet K-Muricata kemudian diseduh dengan air panas dengan suhu 1000C, ditutup kira-kira 3 menit kemudian diaduk dan diminum selagi hangat.

Sebaiknya wadah yang digunakan adalah gelas kaca dan air direbus dengan wadah stainless steel atau priuk dari bahan tanah, kaca atau keramik.

Dosis yang dianjurkan :

  • 1×1 sachet per hari sesudah makan untuk menjaga dan mencegah terserang suatu penyakit, bila sakit ringan seperti : Demam, flu, asam urat ringan, badan pegal-pegal, rematik ringan, amandel, peradangan, pilek, sakit kepala, sakit perut jika haid, haid tidak lancar,dll.

  • 2×1 sachet per hari sesudah makan pagi dan siang, jika menderita penyakit yang lumayan serius seperti : Asma, asam urat tinggi dan sudah bengkak, rematik akut, migrain, hipertensi, stroke, kista/mioma, serviks, ambeien, paru-paru basah, alzheimer, parkinson, kanker stadium 1-2, enzim/gatal-gatal yang sudah akut, psoriasis, diabetes yang terlalu tinggi dan penyakit kronis lainnya. Diberikan teh K-Muricata dari dosis yang paling rendah, jika kondisi tubuh sudah lebih baik, dosisnya bisa dinaikkan secara perlahan hingga maksimal 2×1 sachet per hari.

  • Untuk balita bisa diminumkan 1-3 sendok (setelah makan) jika demam tinggi (menghindari terjadinya step), adanya peradangan.

  • Untuk penderita maag akut, liver, hepatitis, ginjal, darah rendah dan kondisi tubuh menurun, sebaiknya diamati dahulu kondisi dan staminanya, jangan langsung diminumkan K-Muricata. Sebaiknya dikonsumsikan Amazon Berries 2×1 sachet per hari  selama kira-kira seminggu. Jika staminanya sudah meningkat dan keadaan lambung, ginjal dan hati tidak bengkak, bisa diminumkan K-Muricata dimulai dengan dosis yang rendah 1×1 sachet per hari setiap pagi setelah makan.


Ampas teh herbal K-Muricata bisa dioleskan/dikompres 15 menit sebelum mandi, jika ada luka luar seperti luka bakar, luka karena kecelakaan, luka setelah operasi, bisul/borok, ekzim, luka karena diabetes, luka karena kanker payudara, dll.

Harga K-Muricata 1 Box Rp. 600.000,-
Belum termasuk ongkos kirim
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like

Umbi Keladi tikus bantu penderita kanker

Umbi Keladi tikus bantu penderita kanker


Umbi Keladi tikus bantu penderita kanker


Umbi Keladi tikus

Umbi Keladi tikus bantu penderita kanker - Umbi keladi tikus sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman herbal yang mampu menghambat sel tumor dan kanker. Baru-baru ini juga ada sebuah penelitian secara ilmiah yang menggunakan keladi tikus sebagai bahan riset untuk mengatasi kanker payudara.

Peneliti Unissula, dokter Chodijah menyelesai­kan studi S-3 di Universitas Diponegoro, Semarang, menyusun disertasi ber­judul ‘’Efek Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme), terhadap Multi Parameter Sistem Imun, Proliferasi, dan Apoptosis, Adenokarsinoma Mamma Mencit C3H’’.

Dosen kelahiran Pekalongan 1956 itu lulus ujian promosi terbuka dengan mempertahankan disertasi di depan majelis penguji yang dipimpin Direktur Pascasarjana Undip Prof Dr Anies MKes PKK. Penelitiannya mendapat apresiasi tim pakar dan guru besar Fakultas Kedokteran, karena perhatiannya terhadap penyakit yang acap diderita kaum hawa itu.

‘’Riset saya berkonsentrasi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana caranya menumbuhkan sistem imun pada tubuh penderita kanker payudara supaya tetap sehat,’’ tutur istri dokter Abdullah Baagil ini.

Sistem imun penting untuk mencegah pertumbuhan tumor semakin ganas menyebar ke berbagai organ tubuh. Promovenda menguji pemanfaatan umbi keladi tikus yang dikenal mengandung senyawa aktif yang ampuh menekan pertumbuhan sel tumor.

Daya Tahan

Hambatan pertumbuhan sel ganas diduga efek dari bioaktif flavonoid, alkoloid, hingga linoleic acid di dalam umbi keladi tikus. Chodijah berkonsentrasi pada subjek penelitian tikus mencit.

Pergulatan pemikiran tersebut akhirnya sampai pada kesimpulan, tikus mencit yang diberi ekstrak etanol umbi keladi tikus memiliki daya tahan tubuh bagus.

Ketua Tim Penguji Prof Dr Anies mengakui, untuk bisa diterapkan pada manusia masih diperlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, penelitian promovenda sebatas dilakukan untuk hewan percobaan. Kendati demikian, tim pakar tetap memberikan apresiasi terhadap penemuan ini.

Penguji lainnya adalah Prof dokter Edhi Dharmana MSC PhD SpPark (promotor), Prof Dr Hardhono Susanto PAK (K) (co promotor), Prof Dr dokter Sarjadi SpPA(K) (co promotor), Prof Dr dokter Suhartono Taat Putra MS, Dr dokter Taufiqurahman MKes  Sp And, Prof Dr dokter Soeharyo Hadisaputro SP PD (KPTI), dan Prof Dr dokter Ign Riwanto SpBD.

Sumber: Suaramerdeka
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like

Khasiat tanaman Keladi Tikus


Khasiat tanaman Keladi Tikus


Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang  tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Apa khasiat tanaman keladi tikus untuk kesehatan?

Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof  Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah.

Ramuan Khasiat tanaman Keladi Tikus akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herbal lain, seperti sambiloto, temu putih, rumput mutiara atau ramuan Obat Kanker daun sirsak dan keladi tikus. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.

Beberapa tahun kemudian, khasiat tanaman Keladi Tikus menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli pengobatan alami maupun kimia. Apalagi mulai ditemukannya pasien yang sembuh dari penyakit kanker karena mengkonsumsi tanaman ini. Seperti yang diceritakan oleh Drs. Pattopai, pensiunan Departemen Pertanian yang juga menjadi orang pertama yang menemukan tanaman ini di Indonesia.

Baca juga: Manfaat Keladi Tikus Untuk Obat Kanker Herbal

Pria ini memiliki istri yang menderita kanker payudara stadium III dan menjalani kemoterapi. Rasa tersiksa usai menjalani kemoterapi kerap dialaminya, kemudian Pattopai mencari obat alternatif sampai ke Malaysia. Di Malaysia tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku yang membahas tentang khasiat tanaman keladi tikus karya Prof. Chris Teo. Setelah kembali ke Indonesia ia segera mencari tanaman tersebut yang akhirnya ia dapat di Pekalongan, Jawa Tengah.

Setetelah itu ia meracik tanaman tersebut sesuai yang dianjurkan dalm buku tersebut dan anjuran langsung Prof. Chris Teo. Setelah mengkonsumsi ramuan tersebut perlahan istri Pattopai mulai mengalami penurunan efek samping kemoterapi. Rambutnya tidak lagi rontok dan nafsu makannya kembali. Setelah tiga bulan pengobatan, Pattopai memeriksakan istrinya ke dokter dan hasilnya negatif kanker.

Baca juga: Khasiat Keladi tikus untuk kanker


Namun beberapa kalangan mengingatkan penggunaan tanaman obat ini. Mereka memang tidak ragu akan Khasiat tanaman Keladi Tikus. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatife dan antiinflamasi, bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh.

Lain lagi menurut Angela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001.

 

 

Sumber: Khasiat tanaman Keladi Tikus
Baca selengkapnya »
Unknown
0 Comments

You Might Also Like