Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

Featured Slider Styles

Display Grid Slider

Grid Slider Styles

Display Trending Posts

Display Author Bio

Display Instagram Footer

Dark or Light Style

Diberdayakan oleh Blogger.
Gejala dan penyebab hipotensi orthostatik

Gejala dan penyebab hipotensi orthostatik


 hipotensi orthostatik

Gejala dan Penyebab hipotensi orthostatik, Hipotensi orthostatik atau hipotensi postural adalah bentuk tekanan darah rendah yang terjadi ketika seseorang berdiri dari duduk atau berbaring. Hipotensi orthostatik bisa membuat seseorang merasa pusing atau pingsan.

Hipotensi orthostatik bisa terjadi pada siapa saja tapi lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Hipotensi orthostatik sering ringan, berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit setelah berdiri. Namun, hipotensi ortostatik jangka panjang bisa menjadi masalah yang lebih serius, sehingga konsultasi dengan dokter diperlukan jika sering merasa pusing ketika berdiri.

Jika anda memiliki hipotensi ortostatik ringan, mungkin tidak membutuhkan pengobatan. Banyak orang kadang-kadang merasa pusing atau pusing setelah berdiri, dan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Tanda dan Gejala hipotensi orthostatik atau tekanan darah rendah

Gejala hipotensi ortostatik atau tekanan darah rendah yang paling umum adalah merasa pusing ketika berdiri setelah duduk atau berbaring. Gejala ini umumnya tidak berlangsung lama sekitar beberapa detik atau menit. Gejala dan tanda hipotensi orthostatik yang lain termasuk :
  • Merasa pusing, atau pusing setelah berdiri
  • Pandangan kabur atau buram
  • Kelemahan atau loyo
  • Pingsan (syncope)
  • Kebingungan
  • Mual
  • Sakit kepala

Faktor resiko penyebab hipotensi orthostatik

Beberapa faktor yang memengaruhi menjadi penyebab hipotensi orthostatik atau tekanan darah rendah adalah
  • Umur. Umumnya terjadi pada orang yang yang berusia 65 tahun atau lebih tua.
  • Obat – obatan tertentu. Obat – obatan golongan diuretik, beta bloker, Parkinson, antidepresi dan nitrogliserin dapat menyebabkan hipotensi.
  • Penyakit jantung dan Parkinson. Memiliki penyakit jantung dan Parkinson beresiko menderita tekanan darah rendah.
  • Paparan panas. Berada di lingkungan yang panas dapat menyebabkan Anda berkeringat dan, mungkin menyebabkan dehidrasi, yang dapat menurunkan tekanan darah dan memicu hipotensi ortostatik.
  • Istirahat di tempat tidur. Jika anda harus tinggal di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama karena suatu penyakit,maka hal ini dapat mengembangkan hipotensi ortostatik.
  • Kehamilan. Karena sistem peredaran darah seorang wanita meluas cepat selama kehamilan, maka tekanan darah cenderung menurun. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah cukup turun untuk menyebabkan hipotensi ortostatik ketika berdiri dengan cepat.

Diagnosa hipotensi orthostatik

Untuk mendiagnosa hipotensi orthostatic diperlukan beberapa pemeriksaan diantaranya adalah :
  • Pengukuran tekanan darah. Dengan melakukan tes tekanan darah dapat diketahui tekanan darah seseorang.
  • Tes darah rutin. Dengan melakukan tes darah rutin maka dapat diketahui kondisi kesehatan secara keseluruhan.
  • Tes EKG. Tes EKG bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan.

Pengobatan tekanan darah rendah atau hipotensi orthostatic

Pengobatan hipotensi ortostatik tergantung dari penyebab penyakit yang mendasarinya seperti dehidrasi atau gagal jantung. Salah satu perawatan yang paling sederhana adalah duduk atau berbaring segera setelah merasa pusing ketika berdiri. Biasanya gejala hipotensi ortostatik akan hilang dengan sendirinya.

Ketika tekanan darah yang rendah disebabkan oleh obat-obatan, maka pengobatan biasanya dengan mengubah dosis obat atau dengan Cara alami mengatasi tekanan darah rendah

Biasanya ada beberapa pilihan untuk mengobati hipotensi ortostatik, termasuk :
  • Perubahan pola diet dan hidup, Minum banyak cairan, menghindari berjalan saat cuaca panas, dan berdiri perlahan-lahan saat akan berdiri di sertai dengan menambah garam pada diet sambil di awasi oleh dokter atau ahli gizi. Selain itu program latihan untuk memperkuat otot pada daerah betis.
  • Kompresi stoking. Menggunakan stoking elastis dan baju ketat bisa digunakan untuk meringankan rasa sakit dan pembengkakan varises dan membantu mengurangi penyatuan darah di kaki dan mengurangi gejala hipotensi ortostatik.
Demikian ulasan mengenai Gejala dan Penyebab hipotensi orthostatik serta pengobatannya, semoga informasi ini bermanfaat dan berguna.
Baca selengkapnya »
Konrad Tarigan Nedu
0 Comments

You Might Also Like

Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal

Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal


Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal

Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal, Ginjal memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh dengan membantu membersihkan dan memproses darah. Secara bersamaan, 2 juta nefron memfilter dan memproses 3 sampai 4 liter darah setiap 5 menit, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Sangatlah penting untuk mengenali ciri, tanda dan gejala penyakit ginjal agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Tanda dan Gejala Penyakit Ginjal

Berikut ini beberapa yang menjadi tanda dan gejala penyakit ginjal.
  1. Adanya protein atau darah di ginjal
    Ini bisa ditemukan pada pemeriksaan urinalisa yang dilakukan sebagai pemeriksaan fisik tahunan, evaluasi pre operative atau pemeriksaan untuk kepentingan sekolah (pendidikan), pekerja atau asuransi. Dalam banyak jenis penyakit ginjal, meski tak semuanya, kerusakan ginjal mengakibatkan kebocoran filter glomerular ginjal. Kebocoran ini mengakibatkan lewatnya protein dan sel darah merah yang normalnya tetap dijaga di dalam pembuluh darah.
  2. Abnormalitas tes darah dan fungsi ginjal
    Pemeriksaan darah rutin termasuk di dalamnya pemeriksaan BUN (blood urea nitrogen) dan kreatinin. Kedua macam zat ini normalnya merupakan sampah metabolik yang diekskresikan oleh ginjal. Pada penyakit ginjal, zat ini tidak diekskresikan sebagaimana mestinya sehingga jumlahnya dalam darah meningkat dan bisa diketahui pada pemeriksaan darah rutin. Ini sering menjadi indikasi awal dari penyakit ginjal dan sering ditemui sebelum abnormalitas lainnya ditemukan.
  3. Tekanan darah tinggi
    Meskipun ini merupakan tanda yang sering ditemukan, terutama pada orang tua, ini juga bisa menjadi tanda pertama penyakit ginjal. Tekanan darah tinggi sendiri juga bisa menyebabkan penyakit ginjal sehingga orang dengan riwayat tekanan darah tinggi bertahun-tahun terutama yang sulit dikontrol dengan obat-obatan memerlukan skrining berulang-ulang untuk menemukan kerusakan ginjal.
  4. Edema dan bengkak
    Terutama ditemukan di kaki, betis dan kadang di wajah dan tangan. Ini merupakan tanda penumpukan cairan yang terjadi akibat beberapa keadaan, paling umum karena kegagalan hati. Bagaimanapun, ini merupakan tanda awal dari kebocoran protein di ginjal.
  5. Tanda infeksi saluran kencing
    Terasa burning (nyeri panas) saat berkemih, frequency atau sering kencing (perasaan untuk sering berkemih), urgency atau sensasi untuk segera berkemih, urin yang berkabut atau berdarah. Meskipun infeksi saluran kemih tidak biasanya menyebabkan kerusakan ginjal progresif dan permanen jika ditangani dengan tepat, biasanya akan membuat pasien mencari bantuan medis segera.
  6. Gejala kerusakan ginjal berat
    Hilangnya selera, mual muntah, fatique (lemah), sleepiness, gatal, twitching dan suara metalik di mulut. Ini merupakan tanda penyakit ginjal tahap kronis (CKD). Mengindikasikan bahwa di tubuh orang tersebut terakumulasi bahan berbahaya karena ginjal tidak bekerja untuk mengekskresikannya. Pasien seperti ini biasanya akan memerlukan dialisis yang dikenal dengan istilah artificial kidney treatments.
Setelah mengetahui gejala penyakit ginjal, sebaiknya kita juga harus mengetahui yang menjadi penyebab penyakit ginjal tersebut. Dengan demikian, kita bisa menjauhi dan terhindar dari kondisi gagal ginjal. Baca juga:  Belimbing dan mengkudu, berbahaya bagi ginjal

Bagi yang sudah divonis menderita gangguan ginjal sebaiknya segera dilakukan pengobatan. Pengobatan ginjal pada intinya adalah mengendalikan gejala dan meminimalkan komplikasi serta menghambat perkembangan penyakit itu sendiri.

Bila penyebabnya diketahui merupakan dampak dari penyakit lain, maka dokter akan memberikan resep obat untuk mengobati penyakit yang menjadi penyebab tersebut,  misalnya pemberian obat untuk pengobatan kolesterol tinggi, atau hipertensi.

Pengobatan gagal ginjal dimulai dengan pembatasan cairan. Pada penyakit gagal ginjal kronik, pada umumnya harus dilakukan cuci darah seumur hidup. Tetapi sekarang banyak beredar  Obat gagal ginjal akut Alami yang tanpa efek samping.
Baca selengkapnya »
Konrad Tarigan Nedu
0 Comments

You Might Also Like

Cara Mencegah penyakit Gula atau Diabetes

Cara Mencegah penyakit Gula atau Diabetes


Cara Mencegah penyakit Gula atau Diabetes

Cara Mencegah penyakit Gula atau Diabetes Diabetes atau sering disebut penyakit gula adalah penyakit yang diturunkan. Orang dengan riwayat keluarga diabetes lebih cenderung untuk menderita penyakit ini dibandingkan dengan orang yang sama sekali tidak memiliki riwayat genetik. Orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes bisa mencegah munculnya penyakit ini pada dirinya dengan melakukan beberapa tes/pemeriksaan lab. Dokter akan melakukan serangkaian tes darah yang bisa membantu menentukan apakah orang tersebut memiliki predisposisi terkena diabetes atau tidak. Jika seseorang memiliki kondisi pre diabetic ada beberapa hal yang bisa dilakukan guna mencegah timbulnya penyakit termasuk, Kenali diabetes melitus tipe 2.

Diabetes tipe II kini menjadi epidemik di beberapa daerah terutama di lingkungan dengan penderita obesitas yang tinggi. Lingkungan dengan orang-orang yang cenderung mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula serta rendah zat gizi dalam jumlah yang direkomendasikan. Orang dengan obesitas memiliki kecenderungan yang tinggi menderita diabetes dibandingkan dengan orang yang menjaga berat badannya.

Baca juga : Obat diabetes tradisional alami

Salah satu cara untuk mencegah diabetes atau penyakit gula adalah dengan menjaga berat badan (managing weight). Meskipun tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menghindari faktor genetik yang tidak bisa dikontrol, banyak faktor lain yang bisa kita hindari.

Cara Mencegah penyakit Gula atau Diabetes

Hal pertama cara mencegah penyakit gula adalah dengan mengontrol berat badan (control weight). Banyak penelitian membuktikan, orang dengan overweight lebih gampang menderita diabetes. Kalau kita ditanya bagaimana cara mencegah diabetes? Jawabannya adalah dengan me-manage berat badan. Dan cara untuk me-manage berat badan adalah dengan menghindari makanan yang ber-lemak jenuh (saturated fat) dan gula, termasuk makanan fast food yang biasanya mengandung banyak lemak/kolesterol dan karbohidrat.

Baca juga: Ramuan alami tanaman obat diabetes

Usaha lain cara mencegah diabetes adalah dengan melakukan olahraga secara teratur, satu hal yang sudah diketahui umum tapi masih saja banyak yang malas melakukannya. Olahraga teratur dapat meningkatkan kemampuan tubuh mengontrol gula darah. Otot-otot yang sering aktif lebih cepat menyingkirkan glucose dari darah dibandingkan otot yang jarang bergerak. Percayalah otot yang sering digunakan berolahraga teratur bisa memberikan keajaiban dalam mencegah timbulnya diabetes. Lagipula, olahraga yang teratur akan membantu menjaga berat badan tetap stabil, faktor lain yang mencegah obesity.

Baca juga: Cara membuat jus pare untuk penderita diabetes

Pemahaman orang-orang yang menghubungkan diabetes dengan konsumsi gula yang berlebihan adalah kurang tepat. Bukan hanya gula yang berkontribusi penyebab diabetes. Akan sangat baik bila kita mengurangi konsumsi gula yang berlebihan di makanan kita akan tetapi kita juga mesti tahu karbohidrat juga berkontribusi besar terhadap penyebab diabetes. Untuk mencegah diabetes kita mesti lebih aware terhadap indeks glikemik -Glycemic Index.

Kesimpulan

Bagaimana mencegah diabetes bisa kita lakukan dengan fokus pada kontrol berat badan, olahraga yang teratur dan diet. Tips Hidup Sehat Penderita Diabetes secara sederhana berupa perubahan gaya hidup dapat menghindarkan kita dari potensi penyakit berbahaya yang bisa mengancam hidup.
Baca selengkapnya »
Konrad Tarigan Nedu
0 Comments

You Might Also Like

Gejala dan Penyebab radang Amandel

Gejala dan Penyebab radang Amandel


Gejala dan Penyebab radang Amandel

Gejala dan penyebab radang Amandel, Amandel atau yang dikenal dengan istilah kedokterannya tonsil merupakan dua buah kelenjar getah bening di kedua sisi belakang tenggorokan. Amandel merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengandung sel-sel antibodi. Dalam keadaan normal, virus ataupun bakteri bisa masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan mulut, kemudian disaring oleh amandel. Di dalam amandel, sel-sel darah putih dari sistem kekebalan tubuh membantu menghancurkan virus atau bakteri yang memasuki tubuh tadi.

Fungsi amandel adalah untuk membantu pertahanan tubuh terutama bagi anak usia < 6 tahun untuk melawan penyakit. Mulai usia > 6 tahun fungsi amandel akan diganti oleh pertahanan tubuh yang lain. Dengan bertambahnya usia seharusnya amandel akan mengecil sendiri kecuali bila sering terjadi infeksi atau peradangan seperti batuk pilek atau adanya faktor alergi maka amandel akan tetap membesar. Oleh karena itu radang amandel jarang dijumpai pada orang dewasa.

Radang amandel atau dalam istilah kedokteran dikenal tonsillitis adalah infeksi pada amandel dan merupakan penyakit yang sering dijumpai. Radang amandel merupakan bagian dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan di Indonesia banyak terjadi terutama pada anak-anak dibawah 10 tahun.

Baca juga : Penyakit Kelenjar Getah Bening

Penyebab radang amandel

Penyebab radang amandel adalah virus dan bakteri. Virus yang umum menyebabkan sebagian besar radang amandel adalah adenovirus, rhinovirus, influenza, coronavirus, RSV. Hal ini juga dapat disebabkan oleh virus Epstein-Barr, herpes simpleks virus, cytomegalovirus atau HIV. Sedangkan bakteri penyebab umum paling adalah streptococcus ß hemolyticus grup A. Selain itu bisa disebabkan juga oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, pertusis, Fusobacterium, difteri, sifilis, dan gonore.

Gejala radang amandel

Gejala umum pada radang amandel adalah sebagai berikut
  • Merah dan bengkak amandel
  • Timbunyal bercak atau lapisan putih kekuningan pada amandel
  • Leher bengkak
  • Sakit tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Biasanya disertai batuk dan pilek
  • Sakit kepala
  • Tubuh terasa sakit atau pegal
  • Panas dingin (meriang) terkadang sampai demam
  • Hidung tersumbat
Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan dan sering disertai demam. Sedangkan yang menahun (kronik) biasanya tidak nyeri menelan, tapi ukuran amandelnya cukup besar sehingga akan menyebabkan kesulitan menelan.

Baca juga : Cara mengatasi bronkitis secara alami

Pengobatan radang amandel

Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus hanya perlu diobati dengan obat penurun demam, pereda nyeri atau anti radang. Sedangkan bila disebabkan oleh bakteri maka perlu diberikan antibiotik. Jika mendapatkan antibiotik, penting sekali untuk meminum obat sampai tuntas agar bakteri benar-benar musnah dan tidak menjadi resisten terhadap obat. Antibiotik tidak akan berfungsi kalau penyakitnya disebabkan oleh virus.

Tindakan bedah untuk mengangkat amandel (tonsilektomi) hanya dilakukan bila radang amandel sering berulang atau kronis, tidak respon terhadap pengobatan, menyebabkan komplikasi serius serta bila ada sumbatan jalan nafas yang ditandai dengan mengorok saat tidur.

Bila tanpa komplikasi, biasanya radang amandel hanya berlangsung sekitar beberapa hari dan hilang sendiri tanpa pengobatan. Radang amandel karena virus bisa berlangsung lebih lama hingga hitungan minggu.

Komplikasi dapat terjadi bila ada infeksi sekunder di telinga tengah atau sinus. Bakteri Streptokokus A bahkan dapat menyebar ke bagian tubuh dan menginfeksi organ-organ tubuh, khususnya jantung. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen, yang mengakibatkan penyakit jantung di masa yang akan datang.

Baca juga : Khasiat dan manfaat Jinten hitam

Kemungkinan komplikasi lain adalah abses peritonsillar (quinsy). Ini terjadi ketika sekelompok bakteri terdorong oleh pertumbuhan jaringan baru. Abses ini tidak berada di amandel lagi tapi di salah satu sisinya. Tidak seperti tonsilitis sederhana, quinsy cenderung dirasakan pada satu sisi tenggorokan. Pasien dengan kondisi ini sering terlihat memiringkan kepala ke satu sisi untuk mengurangi rasa sakit. Quinsy terjadi pada sekitar 1 dari 3.000 orang per tahun dan lebih sering terjadi pada remaja dengan radang amandel.

Tpis cara pencegahan radang Amandel

Berikut ini cara sederhana yang dapat dilakukan dirumah agar terhindar dari radang amandel, antara lain sebagai berikut :
  • Menghindari makanan yang memakai perasa dan bahan pengawet.
  • Menghindari makanan dan minuman yang bersifat dingin.
  • Memakai masker di kawasan yang berdebu dan berpolusi.
  • Minum suplemen dan olahraga secara teratur untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Memperbanyak makan buah yang mengandung vitamin c
  • Menghindari udara yang terlalu dingin
  • Mengkompres dengan air hangat pada leher.
  • Istirahat dan tidur yang cukup
Itulah uraian mengenai Gejala dan Penyebab radang Amandel serta cara mengatasi radang amandel, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda

Sumber :  http://obatherbal-murah.com/gejala-dan-penyebab-radang-amandel/
Baca selengkapnya »
Konrad Tarigan Nedu
0 Comments

You Might Also Like